3 TEKNICAL MACHINE

banner5656

Kami adalah anak-ank kelas 3 tp 2 yang slalu membuat sensasi di sekolah.mungkin semua guru pasti tau dengan kelas kami ini karna tingkah lakunya.th3ree four tH3 b3sT here.

NTARA INDIA DENGAN PAKISTAN SEMPAI SAAT INI

Kamis, 28 April 2011

LATAR BELAKANG, PROSES, DARI KONFLIK

ANTARA INDIA DENGAN PAKISTAN SEMPAI SAAT INI

1.INDIA

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa india merupakan salah satu Negara

Republik yang berada di Asia bagian Selatan. Republik India adalah sebuah

Negara di Asia yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, hal

ini sesuai dengan sensus penduduk yang ternyata berhasil mencatat populasi

penduduk di India yang mancapai lebih dari satu miliyar jiwa, serta merupakan

Negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografisnya. Peningkatan

jumlah populasi penduduk di India tercatat meningkat pesat sejak pertengahan

tahun 1980-an.

Dalam hal bidang ekonomi, India merupakan Negara yang memiliki

tingkat perekonomian terbesar keempat di dunia dalam PDB, hal ini diukur dari

segi peritas daya beli (PPP), dan merupakan salah satu Negara yang memiliki

pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.

Sistem Negara India bersifat demokrasi liberal yang merupakan Negara

demokrasi liberal terbesar di dunia. Di Negara India juga telah muncul sebagai

kekuatan regional yang penting, dan memiliki kekuatan militer terbesar dan

mempunyai kemampuan sejata nuklir.

Letak Negara India berada di wilayah Asia bagian Selatan, dengan garis

pantai sepanjang 7.000 km. India juga merupakan sebuah Negara yang manjadi

bagian dari rute perdagangan penting dan bersejarah.

India juga merupakan tempat dari berkembangnya peradaban kuno, seperti

Budaya Lembah Indus dan merupakan tempat kelahiran dari empat agama utama

di dunia, yaitu: Hindu, Budha, Jainisme, dan Sikhisme. Negara ini juga

merupakan bagian dari Britania Raya sebelum meraih kemerdekaannya pada

tahun 1947.

2.PAKISTAN

Pakistan merupakan Negara yang berasal dari pembagian wilayah Negara

India. Seperti yang telah kita ketahui bahwa pada tahun 1947 terjadi pembagian di

wilayah Negara India yang melahirkan Negara baru yang disebut dengan Negara

Pakistan.

Negara Pakistan sendiri mulai muncul di peta dunia pada tanggal 14

Agustus 1947. Mayoritas penduduk Pakistan beragama Muslim. Pakistan

didirikan pada saat puncak perlawanan Kaum Muslim di kawasan Asia Selatan

yang ingin memisahkan diri dari negerinya. Dan perlawanan ini pun berhasil,

akhirnya mereka pun dikeluarkan dari negerinya.

LATAR BELAKANG TERJADINYA KONFLIK INDIA-PAKISTAN

Latar belakang terjadinya perang India dengan Pakistan berawal dari

konflik politik, yaitu tentang perebutan wilayah Kashmir.

Hal ini bermula pada tahun 1941, yaitu ketika Gulab Singh dan

penggantinya menguasai Kashmir. Dan pada sensus tahun 1941, wilayah Kashmir

memiliki jumlah penduduk sebesar 4.021.698 orang, serta 3.101.247 diantaranya

adalah beragama Muslim. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pada wilayah yang

bergejolak di Kashmir, 94% penduduknya beragama Muslim.

Pada saat itu rakyat Kashmir bangkit melawan kekuasaan Penguasa

Kashmir. Hal ini dipicu oleh sikap penguasa yang terkenal dengan kekejamannya,

terutama pada saat proses penumpasan pemberontakan yang terjadi pada tahun

1931. Kemudian pada tahun 1932, Sheikh Abdullah membentuk sebuah paratai

politik di Kashmir yang dikenal dengan the Jammu & Kashmir Muslim

Conference (yang kemudian dirubah namanya menjadi National Conference pada

tahun 1939).

Dan pada akhirnya, pada tahun 1934, penguasa Kashmir melunak sehingga

beliau member kesempatan kapada rakyat untuk berdemokrasi namun secara

terbatas, yaitu dengan didirikannya DPR. Namun, rakyat tetap bersikeras untuk

tetap memperjuangkan keinginannya, yaitu keinginan untuk lepas dari kekuasaan

Penguasa Kashmir.

Kemudian berdasarkan instrument pembagian India, penguasa wilayah

diberikan pilihan kepada untuk menentukan kemana mereka akan bergabung, ke

India atau Pakistan. Namun, mereka disarankanuntuk menjadi wilayah tersendiri,

hal ini sesuai dengan mempertimbangankan wilayah geografi dan masalah etnik.

Sesuai dengan pemaparan tadi, maka dari sinilah dimulainya konflik

antara India dengan Pakistan.

PROSES PERANG INDIA-PAKISTAN

Perang India-Pakistan, merupakan perang yang terjadi sejak bulan Agustus

1947, perang ini terjadi antara India dengan Pakistan. Peristiwa ini memiliki

empat kejadian perang, tiga diantranya merupakan perang utama dang yang lainya

merupakan perang kecil yang terjadi dianyara kedua Negara. Tiap kasus perang

yang terjadi, penyebab utamanya ialah perebutan wilayah Kashmir, kecuali perang

yang terjadi antara India-Pakistan pada tahun 1971 yang disebabkan oleh masalah

wilayah Pakistan Timur.

Perang yang terjadi

Perang India-Pakistan 1947: Pakistan merbut 1/3 Kashmir (Pakistan

mengklaim Kashmir sebagai wilayahnya) dengan bantuan Pashtun. Hindu

dan Sikhs dihilangkan dari Kashmir Pakistan. India membalas dengan

mengirim pasukan ke Gurdaspur.

Perang India-Pakistan 1965: Pasukan Pakistan berusaha memasuki teritori

Kashmir India untuk memicu pemberontakan oleh Kashmir. Rencana ini

gagal dan penyusup dapat ditemukan, sehingga India membalas hal ini.

Perang ini diakhiri dengan gencatan senjata, dan India dapat merebut

sedikit teritori Pakistan.

Perang India-Pakistan 1971: Bangladesh meminta kemerdekaan dari

Pakistan. Tentara Pakistan melakukan pembunuhan dan pemerkosaan

besar di Bangladesh dan genoside penduduk Bengali. Jutaan pengungsi

pindah ke India. India membantu Mukti-Bahini Bangladesh dan

menaklukan Pakistan, sehingga Bangladesh merdeka dan Pakistan

menyerah seluruhnya.

Perang India-Pakistan 1999, juga disebut "Perang Kargil": Tentara

Pakistan dan beberapa pemberontak Kashmir merebut pos tentara India.

India membalas dan merebut kembali pos itu. Tekanan internasional

terhadap Pakistan membuatnya mundur. Perang berakhir dengan India

merebu Kargil dan isolasi diplomatik Pakistan.

Cara Penyelesaian Konflik
Berdasarkan asumsi dari teori realisme situasi damai dikatakan dapat terjadi ketika terjadi Balance of Power yaitu dimana terdapat dua kekuatan yang secara relatif sama kuat, yang kemudian akan saling mengancam, namun tidak saling menyerang. Situasi ini, berdasarkan teori realisme disebut sebagai situasi yang damai. Dalam kasus konflik India-Pakistan, hal ini juga terjadi dimana baik India maupun Pakistan sama-sama saling mengancam melalui penempatan rudal-rudal baik India maupun Pakistan di daerah perbatasan. Selain itu realisme mempunyai asumsi bahwa salah satu alternatif cara penyelesaian konflik adalah dengan perang. Hal ini kemudian terkenal dengan istilah “Civis Pasum Para Bellum” yang berarti jika ingin berdamai maka bersiaplah untuk berperang. Maka berdasarkan asumsi teori realisme, cara penyelesaian konflik yang terbaik antara India dan Pakistan adalah dengan perang.
Hakikatnya persetujuan Soviet Union (SU) dengan Amerika Syarikat (AS) pada tahun 1972 yang berhasil membentuk Strategic Arms Limitation Talks (SALT I) dalam mewujudkan kawalan dalam pembinaan senjata nuklir, sistem pelancar senjata nuklir dan sebagainya oleh kedua-dua negara dapat dijadikan sebagai model yang dapat diaplikasikan sebagai jalan penyelesaian terhadap masalah India dan Pakistan. Walaupun dalam era Perang Dingin menyaksikan AS dan Soviet Union terlibat dalam persaingan kuasa dan senjata yang sangat berisiko mampu mencetuskan peperangan, namun ia berhasil dielakkan atau dihindari melalui persetujuan pembentukan SALT I.
Keberhasilan SALT I telah mampu memupuk keyakinan dan kepercayaan antara kedua-dua kuasa besar dunia yang secara langsung memperluaskan kerjasama mengadakan pengawasan terhadap penghasilan senjata ofensif dan pengurangan dari segi kekuatan persenjataan antara negara dalam SALT II pada tahun 1979. Model SALT ini sebenarnya boleh diaplikasikan dalam masalah hubungan ada India dan Pakistan. Persetujuan kedua-dua negara ini untuk mengadakan pengawasan terhadap persenjataan pasti akan meningkatkan keyakinan dan kepercayaan antara negara yang secara langsung meredakan dilema keselamatan serta mengurangkan risiko tercetusnya peperangan.
Perlu kita pahami dalam fenomena persaingan senjata, seperti penghasilan, pemilikan dan pembangunan persenjataan oleh sesebuah negara akan mengundang kepada terwujudnya kesan sampingan ke atas negara lain dengan timbulnya ancaman yang jelas ataupun sebagai dilema keselamatan. Dengan tiadanya usaha dan tatacara pengawasan dalam penghasilan dan pemilikan persenjataan oleh India dan Pakistan, hal ini justru akan membuat peluang untuk munculnya konflik menjadi sangat besar.
Proses ini sebenarnya dapat kita lihat dalam skenario pemilikan nuklir oleh India yang dibangunkan semenjak 1960-an telah mencetuskan fenomena persaingan senjata dengan seterunya di mana Pakistan turut membangunkan nuklear pada 1970-an untuk memastikan sistem pertahanan dan ketenteraannya tidak ketinggalan dan seimbang. Persaingan pesat ini telah membawa kepada peningkatan risiko konflik yang lebih besar yaitu peperangan nuklir yang meletus pada tahun 1998.
Walaupun berbagai usaha dan desakan masyarakat dunia berhasil menghalang peperangan meletus antara kedua-dua negara ini pada tahun 1998, namun hal ini tidak berarti risiko peperangan antara India-Pakistan telah reda. Sebaliknya uji coba senjata nuklir yang sering dijalankan oleh kedua-dua negara mampu membuka ruang kepada meletusnya ketegangan seperti mana yang telah dilalui pada tahun 1998.
Pembentukan SALT di antara India dan Pakistan akan merintis kepada pembinaan keyakinan antara negara. Peningkatan keyakinan yang kukuh akan membawa kepada hubungan yang baik dan mendorong kaedah diplomasi dijadikan sebagai langkah dalam menyelesaikan masalah-masalah yang membelenggu hubungan kedua-dua negara.

PENUTUP

Demikian makalah tentang persengketaan India Pakistan yang saya buat, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.


KESIMPULAN


Dimana India dan Pakistan merupakan aktor dari konflik yang terjadi. Dan konflik yang terjadi diantara kedua negara tersebut adalah dimana mereka saling memperebutkan kekuasaan daerah yang berada diperbatasan diantara mereka yaitu Kashmir dan juga diselingi konflik agama. Dan terjadinya konflik diantara kedua negara ini dikarenakan adanya jaringan terorisme yang ingin mempersuram hubungan diantara India dan Pakistan yang sempat membaik dengan diadakannya beragam solusi namun dengan adanya serangan yang dilakukan oleh teroris dari tahun 1947 hingga saat ini membuat semuanya sia-sia belaka. Dan tujuan dari permasalah yang terjadi saat ini dengan adanya tragedi Mumbai yaitu dimana antara India dan Pakistan sama-sama bekerjasama untuk menumpas teroris yang membuat hubungan diplomatik kedua negara tersebut menjadi renggang kembali atau bersitegang kembali.

0 komentar:

Posting Komentar

ads_box ads_boxads_box
 

.

.

Followers